Awas! Peniru Pemerintah Ukraina sekarang menjalankan penipuan donasi kripto

  • Whatsapp
istockphoto 862291374 612x612 1

Meskipun berada di tengah-tengah perang, pelaku kejahatan mencoba untuk memberi makan sumbangan crypto yang dikirim ke Ukraina.

Read More

Dunia telah menyaksikan perang Rusia-Ukraina. Dengan Rusia mengerahkan angkatan bersenjata ke negara Eropa bersama dengan berbagai sanksi, Ukraina mencari jalan keluar. Sementara beberapa terus berperang melawan pasukan Rusia, ekonomi negara itu terpukul. Dengan hampir setiap tempat dikunci, orang Ukraina menggunakan kripto.

Sumbangan dalam crypto mengalir ke negara itu. Crypto senilai jutaan dolar menemukan jalan mereka ke Ukraina yang dilanda perang. Di tengah-tengah ini, YouTube disusupi dengan video scammy dari pemerintah Ukraina yang mengejar sumbangan crypto. Peniru Presiden Volodymyr Zelenskyy membagikan kode QR dari dompet masing-masing untuk mencari dana.

Sementara Ukraina terus binasa, para pelaku berusaha mengantongi uang dengan mudah.

Selama akhir pekan sebelumnya, negara mengambil untuk Indonesia dan menegaskan bahwa akan menerima sumbangan dalam tiga cryptocurrency utama, Bitcoin [BTC]Ethereum [ETH] serta Tether [USDT]. Satu-satunya alamat yang pemerintah terima crypto melalui adalah

“BTC – 357a3So9CbsNfBBgFYACGvxxS6tMaDoa1P

ETH dan USDT (ERC-20) – 0x165CD37b4C644C2921454429E7F9358d18A45e14″

Selain penipuan YouTube, akun Twitter seorang anggota parlemen India menjadi sasaran peretasan setelah tweet yang mencari sumbangan crypto dibagikan. Namun, para peretas berusaha mengumpulkan dana untuk Rusia dan bukan Ukraina.

Jagat Prakash Nadda, seorang anggota partai BJP sempat menjadi mangsa para peretas yang menginginkan kripto.

Ukraina
Sumber – Mashable India

Insiden ini, bagaimanapun, dengan cepat diselesaikan dan akun anggota parlemen dipulihkan kembali ke tempat yang aman.

Akankah Ukraina kehilangan donasi karena scammers?

Meskipun Ukraina telah berhasil mengamankan sumbangan crypto lebih dari $ 14 juta, negara tersebut membutuhkan semua bantuan yang didapatnya. Namun, scammer di berbagai platform mencoba mencuri dana ini.

Dalam upaya serupa, akun Twitter yang menyamar sebagai influencer NFT terkemuka @champtgram beredar di platform media sosial. Penipu, @champtgraam telah mengumpulkan sekitar 10k pengikut di Twitter dan terus mencari sumbangan untuk Ukraina. Namun, influencer NFT yang asli menelepon yang palsu dan menegaskan bahwa dia tidak akan pernah meminta uang kepada orang lain.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

BACA JUGA  Survei ECB Menemukan 10% Rumah Tangga Zona Euro Memiliki Aset Kripto

Related posts